Only Share

Sekedar Berbagi Agar Berarti

Daar al Islam Masa Kini (Bagian 1)

Letaknya diperbukitan shofa, Jauh dari seluruh hiruk pikuk dan gempita kejahiliayahan masyarakat Mekah era itu. dan dari kediaman sederhana inilah sebuah peradaban mulia terlahir. Dar Al Arqom nama bangunan itu, milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam salah seorang sahabat mulia, beliau adalah orang ketujuh dalam generasi As Sabiqunal Awalun. Pasca keislamannya Dar Al Arqom berubah nama menjadi Dar al Islam.
Bangunannya begitu sederhana, tapi dari kesederhanaanya berjuta makna telah tercipta. Letaknya begitu jauh dari gempita dan pesta foya, tapi darinya ada kebijaksanaan mengemuka.

Tapi sekarang, saya temukan replika itu semua. Jika Rasulullah dan para sahabat agung punya Dar al Islam maka kita punya STEI SEBI. teramat jauh memang, tapi cita, asa, dan makna yang teringin dicipta tetaplah sama.

Dari Dar al Islam, kita temukan keyakinan sejernih Abu Bakar dan keberanian sebaja Umar. Dari Dar al Islam tercipta kelembutan hati Utsman dan kecerdasan Ali bin Abi Thalib. Dar al Islam menarik manusia langit hadir di bumi. memenuhi bumi dengan makna-makna sejati kehidupan.

Di SEBI, lagi, saya temukan replika-replika itu. lagi-lagi, teramat jauh memang, tapi cita, asa, dan makna yang teringin dicipta tetaplah sama. Disini, kita berbagi rasa dan makna, berjuang mencipta asa dalam kelelahan-kelelahan yang dirasa, dalam kekecewaan dan penat yang sering pula menyapa.

Di kampus ini, ada orang-orang inspiratif yang punya gagasan dan hati cemerlang. Dalam kesederhanaan mereka telah ditemukan kemegahan kehidupan. sedikit saja, ingin saya sampaikan sebuah kisah ini sebagai tanda kesyukuran kepada Allah, atas taqdirnya yang Maha Indah. Maka, Perkenalkanlah, inilah saudara-saudara terbaik ku...

bersambung...
Depan Ruang Akademik, 10 Muharram 1433

0 komentar:

Poskan Komentar